Apakah itu furnace atau tungku?

Furnace atau tungku adalah alat yang memiliki pemanas dan kontrolnya sehingga dapat menghasilkan panas dengan terkontrol. Gambar 1 menunjukkan contoh furnace tube. Sumber panas dapat dari listrik maupun gas. Furnace listrik unggul pada kemudahan sistem control dan keamanannya. Sedangkan furnace gas, lebih murah pada keperluan skala industri besar. Untuk keperluan laboratorium baik di industri, institusi pemerintah maupun universitas pada umumnya menggunakan listrik.

 

Gambar 1. Contoh furnace tube buatan Pusat Penelitian Fisika LIPI

 

Furnace dikelompokkan pada berbagai karakteristiknya. Berdasarkan area suhu, terdapat furnace di suhu 25-500ºC, 25-1000ºC, 25-1200ºC, 25-1300ºC, 25-1500ºC, 25-1700ºC, 25-2000ºC, 25-2300ºC dll. Tergantung dari suhu kerjanya, sumber pemanasnya berbeda beda.

Berdasarkan bentuknya, ruang furnace dapat berupa kotak atau disebut muffle furnace dan ruang bulat atau disebut tube furnace. Tube furnace unggul pada proses menggunakan gas inert atau gas tertentu lainnya, sedangkan muffle furnace secara umum tidak menggunakan gas tertentu. Berdasarkan pada tekanan gasnya, terdapat furnace tekanan atmosfer, vacuum rendah dan vacuum tinggi.  Pengatur vacuum menggunakan alat vacuum terpisah. Berdasarkan proses pemanasannya terdapat furnace hambatan listrik, furnace induksi listrik, dan furnace gas. Sesuai dengan kebutuhannya, jenis furnace yang diperlukan berbeda-beda. Semakin tinggi suhunya, teknologi yang diperukan untuk pembuatan furnace akan semakin rumit.

Manfaat furnace untuk inovasi nasional

Heat Treatment atau perlakuan panas adalah suatu perlakuan pemanasan guna merubah sifat suatu material sesuai sifat yang diinginkan. Perlakuan panas dipakai pada berbagai proses material fungsional maupun material industri baik organik seperti pangan, biomaterial, polimer, farmasi, kosmetik dll serta non organic seperti logam, keramik, paduan, gelas, silicon dll material fungsional.

Hampir tidak ada proses material yang tanpa melalui proses perlakuan panas. Untuk keperluan material tertentu yang membutuhkan suhu tinggi, perlu jenis furnace yang spesifik. Material fungsional seperti bahan baku baterai, silicon untuk solar sel, bahan mikro chip, magnet, baja, casting logam, car anti radar, pigmen, grafit, carbon, dan lain sebaganya memerlukan furnace untuk proses pembuatannya. Tanpa adanya furnace, penelitian dan pengembangan berbagai material tersebut tidak bisa dilakukan. Padahal berbagai material tersebut merupakan prioritas utama inovasi material fungsional maupun material industri nasional. Oleh karena itu, keberadaan furnace menjadi sangat fital untuk inovasi material Indonesia.